Sabtu, 25 Desember 2010

BAB X PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

Hidup dalam masyarakat adalah hidup yang dilakukan dengan berhubungan baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima. Anggota memberi karena ia patut untuk memberi dan anggota penerima karena ia patut untu menerima. Ikatan berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuatnya bersama diantara para anggotanya menjadikan alat pengontrol agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu.

Rasa solider, toleransi, tenggang rasa, tepa selira sebagai bukti kuatnya ikatan itu. Paa diri setiap anggota terkandugn makna adanya saling ikut merasakan dan saling bertanggungjawab paa setiap sikap tindak baik megnarah kepada yang hang positif maupun negative. Sakit anggota masyarakat satu akan dirasakan oleh anggota lainnya. Tetapi disamping adanya suatu harmonisasi, disisi lain keadaan akan menjadi sebaliknya. Bukan harmonisasi ditemukan, tetapi disharmonisasi. Bukan keadaan organisasi tetapi disorganisasi.

Sering kita temui keadaan dimasyarakat para anggotanya pada kondisi tertentu, diwarnai oleh adanya persamaan-persamaan dalam berbagai hal. Tetapi juga didapati perbedaan-perbedaan dan bahkan sering kita temui pertentangan-pertentangan. Sering diharapkan panas sampai petang tetapi kiranya hujan setengah hari, karena sebagus-bagus nya gading akan mengalami keretakan. Itulah sebabnya keadaan masyarakat dan Negara mengalami kegoyahan-kegoyahan yang terkadang keaaan tidak terkendali dan dari situlah terjadinya perpecahan.. Sudah tentu sebabnya, misalnya adanya pertentangan karena perbedaan keinginan.

Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas.

Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka atau prejudice berasal dari kata latian prejudicium, yang pengertiannya sekarang mengalami perkembangan sebagia berikut :
-          Semula diartikan sebagai suatu presenden, artinya keputusan diambil atas dasar pengalaman yang lalu
-          Dalam bahas Inggris mengandung arti pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yang  cermat, tergesa-gesa atau tidak matang 
-          Untuk mengatakan prasangka dipersyaratkan pelibatan unsur-unsur emosilan (suka atau tidak suka)   dalam keputusan yang telah diambil tersebut

Dalam konteks rasial, prasangka diartikan:”suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi ”. Dalam hal ini terkandung suatu ketidakadilan dalam arti sikap yang diambilkan dari beberapa pengalaman dan yang didengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari anggota seluruh kelompok etnis.

Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang relaistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu masing-masing.

Prasangka ini sebagian bear sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsure efektif yang kuat.

Tidak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebih sukar berprasangka. Mengapa terjadi perbedaan cukup menyolok ? tampaknya kepribadian dan inteligensi, juga factor lingkungan cukup berkaitan engan munculnya prasangka. Orang yang berinteligensi tinggi, lebih sukar berprasangka, mengapa ? karena orang-orang macam ini berikap dan bersifat kritis. Prasangka bersumber dari suatu sikap. Diskriminasi menunjukkan pada suatu tindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap prasangka dan diskriminasi seolah-olah menyatu, tak dapat dipisahkan. Seseorang yagn mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya. Walaupun begitu, biasa saja seseorang bertindak diskriminatof tanpa latar belakang prasangka. Demikian juga sebaliknya seseorang yang berprasangka dapat saja bertindak tidak diskriminatif. 

Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi:
 - berlatar belakang sejarah
-  dilatar-belakangi  oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
-  bersumber dari factor kepribadian
-  berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama

Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai :
- Perbaikan kondisi sosial ekonomi
- Perluasan kesempatan belajar
 - Sikap terbuka dan sikap lapang

Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

SIKAP DAN PRASANGKA

Prasangka merupakan suatu sikap, yaitu sikap sosial, maka terlebih dahulu sikap perlu dirumuskan. Sikap menurut morgan (1966) adalah kecenderungan untuk berespon, baik secara positif maupun negatif, terhadap orag, obyek, atau situasi. Tentu saja kecenderungan untuk berespon ini meliputi perasaan atau pandangannya, yang tidak sama dengan tingkah laku. Sikap seseorang baru diketahui bila ia sudah bertingkah laku. sikap merupakan salah satu determinan dari tingkah laku, selain motivasi dan norma masyarakat.Oleh karena itu kadang-kadang sikap bertentangan dengan tingkah laku.Karena berbeda dengan pengetahuan (knowledge), dalam sikap terkandung suatu penilaian emosional yangdapat berupa suka, tidak suka, senang, sedih, cinta, benci, dan sebagainya. Karena dalam sikap ada ”suatu kecenderungan berespon”. maka seseroang mempunya isikap yang umumnya mengetahui perilaku atau tindakan apa yang akan dilakukan bila bertemu dengan obyeknya. 

Dari uraian tersebut dapatlah disimpulkan, bahwa sikap mempunyai komponen-komponen, yaitu:
- Kognitif : artinya memiliki pengetahuan mengenai objek sikapnya terlepas pengetahuan itu benar atau salah
- Afektif: artinya dalam bersikap akan selalu mempunyai evaluasi emosinal (setuju-tidak setuju) mengenai objeknya
- Konatif: artinya kecenderungan bertingkah laku bila bertemu dengan objek sikapnya, mulai dari bentuk yang positif (tindakan sosialisasi) samapai pada yang aktif (tindakan menyerang)

Pertentangan-pertentangan sosial / ketegangan dalam masyarakat

Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :

-  Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik
-  Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan,  masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
-  Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan  suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepaa lingkungan yang luas yaitu masyarakat.

1. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang

2. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.

3. Para taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain.

 Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :

- Elimination; yaitu pengunduran diri salah  satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri

- Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya

-  Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.

-  Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama

 - Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah

-  Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak


Jumat, 10 Desember 2010

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

1. Pelapisan Sosial 

   A. Pengertian
   Menurut Pitririm A. Sorokin pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat

  B. Pelapisan Sosial
  Pelapisan masyarakat dalam masyarakat primitive :
  •   Perbedaan struktur ekonomi
  •   Kelompok-kelompok suku
  •   Berdasarkan jenis kelamin dan umur
  •   Orang-orang yang dikucilkan
  •   Pemimpin yang berpengaruh
  •   Pembagian kerja
  C. Terjadinya Pelapisan Sosial :
  • Terjadi dengan sendirinya
  • Terjadi dengan sengaja
  D. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya :
  • Sifat pelapisan masyarakat yang tertutup
  • Sifat pelapisan masyarakat terbuka
 E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial :
  •  Aristoteles : orang kaya, menengah, melarat
  •  Vilfredo pareto : elite dan non-elite
  •  Karl max : kelas yang mempunyai tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak punya
Ukuran golongan masyarakat :
1. Ukuran kekayaan
2. Ukuran kekuasaan
3. Ukuran kehormatan
4. Ukuran Ilmu Pengetahuan

2. Kesamaan Derajat  
  • Persamaan Hak : tercantum dalam Universal Declraration of Human Right
  • Persamaan Derajat di Indonesia : UUD ’45 pasal 27, 29 dan 31
3. Elite dan Massa
     1. Elite
     a. Pengertian : Sekelompok orang yang terkemuka di bidang tertentu dan khususnya golongan kecil  yang memegang kekuasaan.

    b. Fungsi elite dalam memegang strategi
   Pembedaan elite pemegang strategi secara garis besar :
·                     Elite politik
·                     Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan
·                     Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka agama
  2. Massa
 a. Massa adala suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan yang dalam beberapa hal menyerupai crowd.

b. Hal-hal penting dalam massa :

1. Keanggotaan berasal dari semua lapisan masyarakat
2. Massa adalah kelompok yg anonym
3. Sedikit interaksi antar anggota
4. Very loosely organized

     c. Peranan individu di dalam massa penting sekali

     d. Masyarakat dan Massa
         Massa adalah gambaran kosong dari masyarakat.

     e. Hakekat dan Perilaku Massa
         - Bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas individual dan bukan pada tindakan bersama.

     f. Peranan elite terhada massa :
        - Pencerminan kehendak masyarakatnya
        - Memajukan kehidupan masyarakat
        - Peranan moral dan solidaritas kemanusiaan
        - Memenuhi kebutuhan pemuasan hedonic

4. Pembagian Pendapatan 
    a. Komponen Pendapatan  
        Rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen

    b. Perhitungan Pendapatan
       a. Sewa Tanah
         adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah, karena telah menyewakan tanahnya pada penggarap.


         b. Upah
         Bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh buruh, karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi.


        c. Bunga Modal
        Bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi.


       d. Laba Pengusaha
       Balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasikan factor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi.

     c. Distribusi Pendapatan
         Dua cara pendistribusian pendapatan Nasional : 
1. Aliran Liberal
2. Aliran Pemerintah 



  

Jumat, 26 November 2010

BAB IV PEMUDA DAN SOSIALISASI


A.   Internalisasi Belajar & Spesialisasi
Masa Remaja merupakan masa transisi (masih rentan)& secara psikologis sangat problematis atau dapat disebut banyak terdapat permasalahan didalam hidupnya, masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua, sehingga sangat besar kemungkinan membuat mereka mudah untuk melanggar peraturan-peraturan.

ORIENTASI MENDUA : Orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat & bangsa yang sering bertantangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap peer (teman sebaya),apakah itu di lingkungan belajar (sekolah) atau di luar sekolah.

      Ada 2 ALTERNATIF memecahkan masalah :
1. Mengaktifkan kembali fungsi keluarga dan pendidikan agama
2. Menegakkan hukum

       PERAN MEDIA MASSA
      Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
      Periode ini ditandai dengan ciri, keinginan memenuhi dan menyatakan identitas diri, kemampuan melepas diri dari ketergantungan orang tua dan kebutuhan memperoleh akseptabilitasdi tengah sesama remaja.
      Sebagai jalan keluar adalah perlunya membekali remaja dengan keterampilan informasi, serta melakukan intervensi ke dalam lingkungan informasi mereka secara interpersonal dan bimbingan orang tua dalam mengkonsumsi media massa.

PERLU DIKEMBANGAN : Kecenderungan-kecenderungan relasi orang tua & remaja ( KROR)
• KROR positif : Faktor pendukung hubungan orang tua & remaja yang edukatif
• KROR negatif : Faktor yang tidak mendukung karena bersifat destrruktif & konfrontatif

       B. PEMUDA DAN IDENTITAS
PEMUDA : suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, dikarenakan sebagai generasi penerus yang akan selalu mengalami perubahan. Akan tetapi mempunyai permasalah-permasalahan yang sangat bervariasi, disamping itu pemuda juga memiliki potensi-potensi yang sangat beragam. Potensi yang dimiliki para pemuda juga sangat variatif sehingga dapat membantu membangun perkembangan di dunia.

PROSES SOSIALISASI : proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat, dapat dikatakan proses pembentukan kepribadian seseorang tergantung dimana mereka hidup dan bagaimana lingkungan disekitarnya.

I. Pembinaan & Pengembangan Generasi Muda
Pola Dasar Pembinaan & Pengembangan Generasi Muda ditetapkan Nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978.
Pembinaan & Pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan :
1. Landasan idiil : Pancasila
2. Landasan konstitusional : Undang-undang Dasar 1945
3. Landasan strategis   : Garis-garis Besar Haluan Negar
4. Landasan historis     : Sumpah Pemuda Tahun 1928 & Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Landasan normative     : Etika,tata nilai & tradisi luhur yang hidup di masyarakat

Pembinaan & Pengembangan Generasi Muda ada 2 pengertian pokok :
1. Generasi muda sebagai subyek pembinaan & pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal & kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya,guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa & bernegara serta pembangunan nasional.
2. Generasi muda sebagai obyek pembinaan & pengembangan ialah mereka yang masih memerlukan pembinaan & pengembangan kea rah pertumbuhan potensi & kemampuan-kemampuannya ke tingkat yang optimal & belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional

II. Masalah & Potensi Generasi Muda
1. Permasalahan Generasi Muda
a. Dirasa menurunnya jiwa idealisme,patriotisme & nasionalisme.
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik  formal maupun non formal.
d. Kurangnya lapangan kerja & Tingginya pengangguran.
e. Kurangnya Gizi untuk kecerdasan & pertumbuhan.
f. Masih banyak perkawinan yang di bawah umur.
g.Pergaulan bebas yang membahayakan.
h. Meningkatnya kenakalan remaja
i. Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.

2. Potensi-potensi Generasi Muda
a. Idealisme & daya kritis
b. Dinamika & Kreatifitas
c. Keberanian dalam mengambil resiko
d. Optimis & kegairahan semangat
e. Sikap kemandirian & disiplin murni
f. Terdidik
g. Keanekaragaman dalam persatuan & kesatuan
h. Patriotisme & Nasionalisme
i. Sikap kesatria
j. Kemampuan penguasaan ilmu & teknologi

3. Sosialisasi : Proses yang membantu individu melalui belajar & penyesuaian diri dalam individu maupun masyarakat

Tujuan pokok sosialisasi :
- Individu harus diberi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat
- Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif & mengembangkan kemampuannya
- Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
- Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai & kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya & masyarakat umumnya

III. PERGURUAN & PENDIDIKAN
A. Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Pentingnya mengembangkan potensi generasi muda agar menjadi inovator-inovator yang memiliki kemampuan dan skill berkualitas tinggi.

B. Pendidikan & Perguruan Tinggi
Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam proses pembangunan. Manusia bukan hanya obyek pembangunan, akan tetapi juga subyek pembangunan.

      Generasi muda , khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting, karena :
1. Sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan yang terbaik
2. Sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah
3. Mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis & suku bangsa dapat menyatu dalam bntuk terjadinya akulturasi sosial & budaya
4. Kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan,struktur perekonomian & pretise di dalam masyarakat.
 

Selasa, 23 November 2010

KELUARGAKU TERSAYANG :)

Keluargaku , Belahan jiwaku

Keluargaku terdiri dari 5 orang. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara, anak perempuan satu-satunya di keluarga. Kakakku bernama Bayu Prakoso yang saat ini masih duduk di bangku kuliah menyelesaikan studinya di Teknik Perminyakan, Univ.Trisakti. Adikku Guruh Jiwo Prakoso saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ayahku bekerja sebagai pegawai BUMN dan ibuku berada di rumah mengurusi kami semua (Ibu rumah tangga).

Walaupun aku adalah anak perempuan satu-satunya di rumah bukan berarti paling dimanja loh.
Ayahku mempunyai watak yang keras dan disiplin yang tinggi sehingga terkadang aku pun suka beradu pendapat dengannya karena suka tidak mengerti/ tidak sejalan dengan pendapat ayah.
Tapi mungkin itu dulu semakin aku besar dan dewasa ternyata apa yang semua ayah katakan dulu benar semua. Ia bekerja setiap hari membanting tulang agar bisa terus memenuhi semua kebutuhan keluarga.
Dad I love You :)
Lain lagi dengan Ibuku, beliau mempunyai sifat yang sabar, sangat memperhatikan keluarganya dan tentunya sangat sayang kepada kami semua. Ibuku orang yang paling dekat denganku. Jika ada masalah atau apapun orang pertama yang aku tanya, orang pertama untuk meminta pendapat, orang pertama jika aku sudah tidak kuat untuk menahan tangis yaa Ibuku. Love You Mom :) You're My Inspiration :)


Mungkin seperti itu cerita tentang keluargaku. Aku pun berjanji akan membuat bangga kedua orang tuaku, kakakku dan adikku. Terima kasih ya Allah engkau memberikanku keluarga yang lengkap dan sangat aku cintai :)

Minggu, 31 Oktober 2010

Tugas Review Web Layanan UG Tindak Lanjut PPSPPT dan Mata Kuliah Soft Skill

Review untuk Studentsite UG, dengan URL http://studentsite.gunadarma.ac.id

Review:
1.Tampilan : Simple dan tidak terlalu monoton.

2. Fitur :
              a. Locker : Halaman utama  yang berisi informasi langsung dari BAAK online.
              b. E-mail : Tempat mengirim dan menerima surat yang berisi tugas,informasi dll.
              c. Calender : Kalender digital, tetapi di studentsite saya yang muncul hanya script yang tidak jelas apa isinya.
              d. Addressbook : Sebuah fasilitas penyimpanan kontak pribadi.
              e. InfoLog : Info yang berasal dari pengguna studentsite lain.
              f. FileManager : Tempat mengolah file, tetapi di studentsite saya tidak muncul apa-apa.
              g. Forum : Sebuah layanan yang berisi tentang informasi-informasi yang terhubung dengan link UG COMMUNITY.
              h. Bookmarks : Layanan penyimpanan web internet yang dapat memudahkan pengguna studentsite.
              i. Pols : Tempat untuk memberikan saran/pendapat.

3. Halaman awal studentsite : Berisi tentang berita dan informasi Studentsite Universitas Gunadarma.

4. WEB : Sampai sejauh ini belum ada masalah. 

Jumat, 01 Oktober 2010

percaya ?

banyak hal didunia ini yang tidak kita ketahui
dan bagaimana kita mengatasinya

tapi yang perlu kita ketahui
bahwa kita adalah seorang manusia
dan manusia akan memperoleh kesempurnaannya melalui proses hidupnya
Tuhan memiliki rencana indah bagi hambanya yang dicoba
bertahan adalah sesuatu yang sulit
tapi percayalah ketika kita bertahan
ada sesuatu hal indah yang menanti kita disana

hanya butuh kesabarann
jika ingin mencapainya
tapi tidak memungkiri
bahwa manusia memiliki titik terlemah di mana kita akan berontak
dan menyatakan tidak sanggup dalam menjalani cobaan
tapi perlu di ingat bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan pada hambanya
jika ia tidak mampu
percaya itu
tidak usah memaksa untuk melupakan seseorang
tidak akan memungkiri juga bahwa kita akan melupakan Tuhan pada titik terlemah kita dalam hidup

biarkan mengalir
seperti air
serahkan semuanya pada Tuhan
percaya bahwa ia telah menyingkirkan orang-orang yang tidak pantas berdiri di samping kita untuk saat ini bukan untuk selamanya
karna Tuhan tidak akan menciptakan manusia di muka bumi ini tanpa manfaat, penjahat/firaun sekalipun,
alam akan menyediakan jawaban bagi kita yang bertahan
dan sesuatu yang indah akan menunggu kita disana
percayalah
 
*JunettoAmarey

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

A. PENDAHULUAN
     Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial,ekonomi,politik,kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.
     Manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rokhaniah maupun kebudayaan kebendaan, akibatnya adalah telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


B. PERTUMBUHAN PENDUDUK
     Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.
    Penambahan atau pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi :
  • Kematian (Mortalitas)
  • Kelahiran (Fertilitas)
  • Migrasi
    Didalam pengukuran demografi ketiga faktor diukur dengan tingkat atu rate.
Tingkat atau rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan.
      1. Kematian
          a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
          b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
              Tingkat kematian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
                  * Umur
                  * Jenis kelamin
                  * Pekerjaan

      2. Fertilitas (Kelahiran Hidup)
          Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
          * Sulit memperoleh angka statistiklahir hidup, karena banyaknya bayi yang meninggal beberapa saat setelah dilahirkan
          * Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali)
          * Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun
          * Fertilitas hanya melibatkan satu orang saja, tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melaukan.

         Ada dua istilah asing yang diterjemahkan sebagai kesuburan :
           a. Facundity (Kesuburan)
           b. Fertility (Fertilitas)

      MIGRASI
         Aspek dinamis kehidupan berkelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Migrasi dan mobilitas mempunyai arti yang sama yang mencakup perpindahan teritorial.

     AKIBAT MIGRASI
           a. Urbanisasi (Migrasi dari desa ke kota)
           b. Migrasi Interegional
           c. Migrasi antar negara

         Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah, cepat atau lambat dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk yang terbagi dalam tiga jenis :
           a. Piramida Penduduk Muda
           b. Piramida Stationer
           c. Piramida Penduduk Tua

    RASIO KETERGANTUNGAN (DEPENDENCY OF RATIO)
          Angka yang menunjukan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif  dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja.

C. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
     1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
         a. Zaman Batu sampai Zaman Logam
             Berdasarkan pendapat para ahli prehistoris, ternyata zaman batu itupun terbagi dalam 2 bagian :
                 * Zaman batu tua (Paleolithikum)
                 * Zaman batu muda (Neolithikum)

        b. KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA DAN ISLAM
            1. Kebudayaan Hindu dan Budha
                Pada abad ke 3 dan ke 4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya pulau Jawa. Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap tetapi Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme, walaupun demikian  kedua agama ini berkembang berdampingan secara damai.

            2. Kebudayaan Islam
                Pada abad ke 15 dan ke 16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama Islam pada abad itu berada di pulau Jawa. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia.

           3. Kebudayaan Barat
               Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak laindari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan barat. Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan tetapi kita harus belajar bagaimana menyesuaikan kebudayaan baru dengan kebudayaan yang lama. Bagi Indonesia sekarang, sanggupkah menemukan jalan yang tepat guna menumbuhkan kebudayaan yang sehat ?

         KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
                Opini umum menyatakan, bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari sisi sikap kepribadian bangsa yang bersangkutan itu sendiri. Jawabnya, jika kita melihat sisi sikap pemilik kebudayaan itu sendiri. Manakala pemilik kebudayaan itu menganggap bahwa segala sesuatu yang terangkum dan terlebur dalam segala materi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang logis, normal serasi dan selaras dengan kodrat alam dalam tabiat asasi manusia dan sebagainya.